Peluang usaha batik sekarang makin maju. Mengapa? Karena batik sekarang trend, sehingga membuat para pembatik menjadi memiliki peluang untuk melakukan usaha tersebut. Banyak tiap orang memakai batik, biasanya di kantor, jalan-jalan, ataupun di rumah. Sehingga dapat dikatakanan batik menjadi trend gaul masa kini.
Namanya juga Indonesia ya kan, pasti terkenal dengan warisan budaya batiknya yang sangat terkenal. Biasanya di kota Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan masih banyak lagi yang mana kota-kota yang terkenal dengan batik yang dimiliki.
Apa sih yang menarik dari batik? Menurut saya sih batik itu yang menarik adalah corak yang sangat cantik yang dimilikinya. Selain itu, semakin tahun batik juga memiliki corak yang semakin bagus dan cantik. Nah bagi kalian yang pengen jadi pengusaha batik, silahkan simak penjelasan saya di bawah ini.
Sebut saja namanya Ki Purnama alias Ki Purnama Hadi S.Pd, yang mana
merupakan pemilik sanggar batik Kalpika. Usahanya ini sudah menajdi tradisi keluarga lho dan sudah berjalan sejak 1970, sangat keren bukan?
Usaha batik Ki Purnama ini tidak hanya membuat batik kain jarik saja lho, tetapi juga berkembang menjadi produk batik kaos, lukis, dan yang paling menyenagkannya lagi adalah mengadakan kursus membatik dan membuka konsultasi buat mahasiswa yang desain dan seni.
Hahahahaha… sekalinya tidak hanya dokter saja ya jadi pakar konsultasi, tetapi pembatik pun bisa menjadi pakar konsultasi. Balik lagi kita ke masalah batik!
Ada beberapa bahan yang utama yang mesti anda miliki sebelum kalian membuat batik. Apa sih bahan-bahannya, berikut rinciannya:
a. Kain – Kain ini bisa dapat berbentuk jarik atau kaos misalnya dengan berbagai jenis seperti sutra, dobi, birkolin, dan lain-lain. Oh ya, tiap kain memiliki berbeda harga.
b. Malam – Malam ini memiliki kualitas. Kualitas ini dari no.1 hingga no.4. Malam ini juga tidak begitu mahal.
c. Pewarna – Pewarna ini ada yang jenis naptol dan in gosol.
Berikut saya beri tahu juga urutan pembuatannya:
Sebelum anda membuat anda mesti desain batik dulu, setelah itu desain dan komposisi warna kalian batikkan ke kain yang sudah kalian persiapkan. Desainnya bisa kalian hak patenkan kog kalau takut dijiplak.
Ketahuilah desain batik ini cukup sulit dan dalam menemukan komposisi warna yang cocok. Sehingga perlunya ketelitian. Jika sudah selesai proses pembatikkan, maka kalian melakukan tahap pencucian.
Kalau masalah pasar sih kalian tidak mesti khawatir. Kalian bisa kok menjualnya ke pasar luar negeri. Untuk mempermudahnya kalian bisa melakukan pemasaran dengan online untuk menjangkau pasar.
Adapun saya berikan simulasi keuntungan dari usaha batik
Pendapatan
Penjualan batik lukis : 120 x Rp. 40.000,00 = Rp. 4.800.000,00
Penjualan Kaos batik : 20 x Rp. 60.000,00 = Rp. 1.200.000,00
Total Pendapatan : Rp. 6.000.000,00
Pengeluaran
Kain : 4 pcs x Rp. 350.000,00 = Rp. 1.400.000,00
Malam : 5 kg x Rp. 15.000,00 = Rp. 75.000,00
Pewarna Naptol : 2 ons x rp. 50.000,00 = Rp. 100.000,00
Karyawan : 2 orang x Rp. 600.000 = Rp. 1.200.000,00
Total Pengeluaran : Rp. 2.775.000,00
Keuntungan
Rp.6.000.000,00-Rp. 2.775.000,00 = Rp. 3.225.000,00
Nah, bagaimana apakah kalian tertarik untuk melakukan peluang usaha batik?
